AdvertorialDPRD Balikpapan

Laisa Hamisah Imbau Warga Waspadai Dampak Kabut Asap, Jaga Kesehatan dan Hindari Pembakaran

wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak kabut asap terhadap kesehatan dan lingkungan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Laisa mengatakan, dampak kabut asap yang perlu diantisipasi salah satunya berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Paparan asap dapat mengganggu saluran pernapasan dan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan kelompok rentan, termasuk warga yang memiliki riwayat asma.

“Dampak asap ini terutama dirasakan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Gangguan saluran pernapasan menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai, apalagi bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma. Karena itu, kita perlu lebih berhati-hati dalam beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap,” kata Laisa, Senin (21/9/2026).

Selain gangguan pernapasan, ia juga mengingatkan masyarakat terhadap kondisi cuaca panas yang dapat memperburuk keadaan lingkungan. Menurutnya, suhu tinggi dan kekeringan dapat memengaruhi ketersediaan air serta meningkatkan risiko terjadinya gangguan layanan, termasuk pasokan listrik dalam kondisi tertentu.

“Di samping ISPA, cuaca panas juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. Dampaknya dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan, mulai dari suhu yang tinggi, kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, hingga kemungkinan terjadinya pemadaman listrik. Semua kondisi ini bisa saling berkaitan dan berdampak pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Laisa mengingatkan warga agar menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara berasap. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya perlindungan diri, meskipun masyarakat tetap perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.

Ia juga meminta masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh dengan rutin mengonsumsi air putih. Hal ini penting untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan, terutama ketika cuaca panas meningkatkan risiko dehidrasi. Warga juga diharapkan memperhatikan kondisi tubuh dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan yang memburuk.

“Kalau kita harus berjalan atau beraktivitas di luar rumah, gunakan masker untuk melindungi diri dari paparan asap. Selain itu, perbanyak minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dan kita terhindar dari dehidrasi, terutama saat cuaca sedang panas,” katanya.

Laisa turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat menambah pencemaran udara. Menurutnya, kebiasaan membakar sampah maupun material lainnya perlu dihindari karena asap yang dihasilkan dapat memperburuk kondisi udara dan menambah risiko gangguan kesehatan bagi warga sekitar.

“Untuk pembakaran, jangan melakukan pembakaran sembarangan karena asapnya bisa berdampak pada kesehatan masyarakat. Kita harus sama-sama menjaga lingkungan dan tidak menambah sumber asap, terutama ketika kondisi udara sedang tidak baik,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan dalam aktivitas sehari-hari. Selain menjaga kesehatan diri dan keluarga, kepedulian warga untuk tidak melakukan pembakaran terbuka juga diperlukan agar pencemaran udara tidak semakin parah. Dengan upaya bersama, risiko dampak kabut asap terhadap kesehatan dan lingkungan di Balikpapan diharapkan dapat diminimalkan. (W/ADV/SR)