AdvertorialDPRD Balikpapan

Hj Iim Soroti Anggaran Kesehatan dan Pendidikan untuk Tekan Stunting

wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Hj. Iim, menyoroti pentingnya dukungan anggaran dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya menekan angka stunting. Menurutnya, keberlanjutan program kesehatan dan pendidikan perlu menjadi perhatian agar penanganan stunting dapat berjalan optimal.

Iim menilai, anggaran untuk sektor kesehatan dan pendidikan perlu tetap diperhatikan karena keduanya memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Program yang dijalankan di kedua sektor tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Kalau untuk anggaran, sepertinya Dinas Kesehatan dan pendidikan yang tidak digeser. Saya pikir memang harus tetap ada kalau kita ingin angka stunting turun,” ucap Hj. Iim, Rabu (23/9/2026).

Selain dukungan anggaran, ia menekankan pentingnya kesadaran orang tua, khususnya ibu, dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Menurutnya, orang tua perlu mengenali potensi gangguan pertumbuhan agar dapat segera mengambil langkah yang diperlukan.

“Kesadaran masyarakat juga penting, terutama ibu untuk melihat apakah anaknya memiliki potensi mengalami gangguan pertumbuhan,” ujarnya.

Iim juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan dan kader yang selama ini terlibat dalam pelayanan masyarakat. Menurutnya, keberadaan mereka sangat membantu pelaksanaan program kesehatan, termasuk memberikan edukasi dan mendampingi masyarakat dalam memantau kondisi anak.

“Kalau tenaga kesehatan, saya pikir sudah banyak yang bekerja. Kader kesehatan juga terus turun ke lapangan, meskipun mereka tidak mendapatkan bayaran,” katanya.

Namun, ia menyoroti partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan, khususnya kegiatan posyandu. Menurutnya, tingkat kehadiran masyarakat yang masih terbatas menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan stunting.

Ia menilai, pemantauan pertumbuhan anak melalui posyandu penting agar orang tua dapat mengetahui perkembangan anak secara berkala. Dengan pemeriksaan rutin, potensi masalah pertumbuhan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

“Untuk tingkat kesadaran masyarakat datang ke posyandu, ternyata masih sekitar 50 persen,” pungkasnya.

Iim berharap pemerintah kota bersama tenaga kesehatan dan masyarakat dapat memperkuat sosialisasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak. Dukungan anggaran, peran kader, serta partisipasi orang tua diharapkan berjalan beriringan untuk membantu menekan angka stunting di Balikpapan. (W/ADV/SR)