Kampus

Mahasiswa KKN 52 Unmul Pelajari Pembuatan Bir Pletok, Dorong Pelestarian Kearifan Lokal Desa Luan

wartapedia.co.id, PASER – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 52 Universitas Mulawarman (Unmul) Kelompok Desa Luan mengikuti kegiatan pembuatan jamu bir pletok bersama masyarakat di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan minuman herbal tradisional sekaligus mengenalkan potensi pemanfaatan rempah-rempah lokal yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi.

Bir pletok merupakan minuman tradisional khas Indonesia yang dibuat tanpa kandungan alkohol. Minuman ini dikenal memiliki cita rasa hangat dan aroma rempah yang khas sehingga banyak dikonsumsi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan rempah-rempah menjadi minuman herbal yang bernilai tambah.

Dalam proses pembuatannya, masyarakat memperkenalkan berbagai bahan alami yang digunakan, di antaranya cengkeh, lada hitam, jinten hitam, bunga lawang, kayu manis, serai, daun pandan wangi, asam jawa, kapulaga, kencur, kunyit, jahe, dan gula merah. Seluruh bahan dipilih karena memiliki aroma dan khasiat yang saling melengkapi sehingga menghasilkan minuman dengan rasa yang khas.

Kegiatan diawali dengan pengenalan bahan-bahan rempah, dilanjutkan dengan proses pencucian, pengupasan, dan penghalusan beberapa bahan utama. Selanjutnya seluruh rempah direbus bersama air hingga sari dan aroma rempah keluar secara maksimal. Setelah proses perebusan selesai, gula merah ditambahkan sebagai pemanis alami, kemudian minuman disaring sebelum siap disajikan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga berdiskusi dengan masyarakat mengenai manfaat masing-masing rempah serta peluang pengembangan bir pletok sebagai produk olahan yang dapat dipasarkan. Selain menjadi minuman kesehatan, bir pletok dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa berbasis kearifan lokal.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa pemanfaatan rempah-rempah yang tersedia di sekitar lingkungan menjadi salah satu cara untuk melestarikan warisan kuliner tradisional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Lebih lanjut, Ketua Kelompok KKN 52 Desa Luan mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mempelajari pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami tidak hanya belajar mengenai proses pembuatan bir pletok, tetapi juga memahami bagaimana kekayaan rempah-rempah lokal dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki nilai ekonomi. Harapannya, pengetahuan ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Diakhir, mahasiswa KKN 52 Unmul berharap pembuatan jamu bir pletok dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Desa Luan. Selain menjaga tradisi pengolahan rempah-rempah, produk ini juga berpotensi menjadi salah satu produk unggulan desa yang mendukung pengembangan usaha masyarakat berbasis sumber daya lokal. (*)