wartapedia.co.id, PPU – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menyerukan pentingnya pemerintah daerah menghidupkan kembali budaya kerja bakti sebagai bagian dari upaya perbaikan lingkungan dan peningkatan partisipasi masyarakat.
Ia menilai struktur pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga RT sebenarnya sudah tersedia dan bisa digerakkan secara sinergis, jika ada kemauan dari pemimpin di tingkat atas.
“Pemerintah ini kan punya struktur sampai tingkat RT. Kalau itu digalakkan, saya yakin itu bisa. Cuma sekarang pemerintah ini kan ogah-ogahan,” ucap Thohiron dalam perbincangan soal keterlibatan warga dalam pembangunan berbasis komunitas.
Ia menyayangkan rendahnya inisiatif pemerintah untuk menggerakkan potensi sosial masyarakat yang sebenarnya masih kuat, hanya butuh pemantik dari atas.
Menurut dia, salah satu hambatan utama terletak pada kepercayaan publik terhadap niat baik pemerintah. Ia menggambarkan kondisi ini sebagai gejala sosial yang timbul akibat ketidakkonsistenan pemerintah dalam merawat hubungan dengan warganya.
“Bisa jadi juga masyarakat, karena ini masalah kepercayaan. Jika pemerintah ada yang berbaik hati ingin menaruh kebaikan, kadang-kadang masyarakat apatis,” katanya.
Ia menyebut bahwa apatisme warga bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari kekecewaan terhadap kondisi pemerintahan yang dianggap jauh dari harapan.
“Ini kan mulai enggak sehat. Itu juga bukan ujug-ujug masyarakat begitu, mungkin masyarakat juga mulai jenuh dengan kondisi yang enggak karu-karuan begini. Akhirnya muncullah apatisme ini,” tegasnya.
Thohiron pun menekankan pentingnya sinergi antarstruktur pemerintahan dalam membangun kembali semangat gotong royong. Ia menyarankan agar Bupati beserta jajaran tidak sekadar mengandalkan program seremonial, tapi benar-benar turun menggerakkan kerja konkret dari atas ke bawah.
“Artinya, dari atas ke bawah harus bersinergi. Misalnya dalam hal ini, Bupati dan jajarannya, kemudian camat, lurah, hingga RT,” ujarnya. (W/ADV/S)




