AdvertorialDPRD Balikpapan

Hj Iim Rahman Dorong Orang Tua Perkuat Pengawasan Anak di Tengah Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Balikpapan menjadi perhatian DPRD. Peran orang tua dinilai menjadi salah satu benteng utama dalam mencegah anak menjadi korban maupun terpapar lingkungan yang berisiko.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Hj Iim Rahman, mendorong para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di lingkungan rumah maupun ketika berada di luar rumah.

Hal tersebut disampaikan Iim saat diwawancarai di kantor DPRD Balikpapan, Rabu (12/8/2026).

Menurut Iim, pengawasan terhadap anak tidak cukup hanya dengan mengetahui keberadaan dan aktivitas mereka. Orang tua juga perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman untuk bercerita ketika mengalami atau melihat sesuatu yang tidak semestinya.

“Orang tua harus lebih dekat dengan anak. Jangan sampai anak justru lebih nyaman bercerita kepada orang lain daripada kepada orang tuanya sendiri,” ujar Iim.

Ia menilai, perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial juga membuat pengawasan terhadap anak semakin kompleks. Anak dapat berinteraksi dengan banyak orang tanpa pengawasan langsung, sehingga orang tua perlu memahami aktivitas digital anak tanpa mengabaikan ruang tumbuh mereka.

Iim meminta orang tua tidak menganggap persoalan kekerasan seksual sebagai sesuatu yang jauh dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi mengenai batasan tubuh, keberanian berkata tidak, serta pentingnya melaporkan kepada orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman.

“Anak harus diberikan pemahaman sejak dini mengenai mana yang boleh dan tidak boleh. Mereka juga harus tahu bahwa ketika ada orang yang melakukan sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman, mereka harus berani bicara,” katanya.

Selain keluarga, Iim menilai lingkungan sekolah dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi anak. Guru, tetangga, pengurus RT hingga tokoh masyarakat diharapkan tidak menutup mata apabila menemukan indikasi kekerasan terhadap anak.

Ia juga meminta masyarakat tidak membiarkan kasus kekerasan seksual diselesaikan secara diam-diam demi menjaga nama baik keluarga. Menurutnya, keselamatan dan masa depan anak harus menjadi prioritas.

“Jangan sampai karena alasan malu atau menjaga nama baik, kemudian kasusnya ditutup. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana anak ini mendapatkan perlindungan dan pendampingan,” tegasnya.

Iim menambahkan, pemerintah daerah juga perlu terus memperkuat program perlindungan anak, termasuk edukasi kepada orang tua, sekolah dan masyarakat mengenai pencegahan kekerasan seksual.

Menurutnya, penanganan kasus tidak cukup dilakukan setelah kejadian. Upaya pencegahan harus diperkuat agar potensi kekerasan dapat dikenali sejak awal.

“Pemerintah, sekolah, masyarakat dan orang tua harus berjalan bersama. Tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah,” pungkasnya. (W/ADV/SR)