wartapedia.co.id, Penajam – Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Hariyono, mengingatkan pemerintah desa dan kelurahan agar tidak sembarangan dalam memilih pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurutnya, tantangan utama koperasi bukan hanya membangun kantor atau memenuhi kelengkapan administrasi, tetapi memastikan koperasi dapat dikelola secara profesional, transparan dan memiliki tujuan yang jelas.
Hariyono mengatakan, pengalaman sejumlah koperasi yang tidak mampu bertahan harus menjadi pelajaran dalam menjalankan program Koperasi Merah Putih di PPU.
“Meski tak sedikit koperasi yang gagal, tantangannya adalah manajemen. Kalau dikelola dengan baik dan transparan, pasti hasilnya akan baik. Tapi kalau dikelola oleh orang-orang yang bukan ahlinya dan tidak punya komitmen, itu bisa menjadi masalah besar,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta proses pemilihan pengurus tidak hanya mempertimbangkan kedekatan personal maupun kepentingan kelompok. Pengurus harus dipilih berdasarkan kemampuan, elektabilitas di masyarakat serta dedikasi terhadap kemajuan desa dan kelurahan.
“Pengurusnya harus diberikan kepada orang yang punya komitmen kuat, yang benar-benar peduli terhadap kemajuan daerahnya,” ujarnya.
Di Kabupaten PPU, program Koperasi Merah Putih ditargetkan hadir melalui pembangunan infrastruktur pada 39 desa dan kelurahan. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Presiden Prabowo menempatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu instrumen strategis untuk membangun pusat ekonomi rakyat di desa. Pemerintah juga mendorong koperasi menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan masyarakat serta mendukung distribusi dan pemasaran produk lokal.
Hariyono menilai potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah desa dan kelurahan di PPU. Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah untuk mempertemukan kepentingan masyarakat, pelaku UMKM, petani, nelayan maupun kelompok usaha lainnya.
Ia juga meminta pengelolaan koperasi dilakukan secara terbuka agar masyarakat mengetahui arah usaha dan penggunaan sumber daya koperasi.
“Kalau dikelola dengan baik dan transparan, pasti hasilnya akan baik,” katanya. (W/ADV/R)




