AdvertorialDPRD Balikpapan

Syarifuddin Oddang Dorong Penambahan SPBU Khusus Pertalite di Balikpapan

wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Balikpapan menjadi perhatian DPRD. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diantisipasi agar tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU.

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mendorong Pertamina melakukan evaluasi terhadap pola penyaluran BBM, khususnya Pertalite, yang belakangan menjadi salah satu pemicu panjangnya antrean kendaraan.

Menurutnya, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di sejumlah SPBU bahkan mulai meluber hingga menutupi akses keluar-masuk dan mengganggu pengguna jalan.

“Sekarang antrean sudah tidak terkontrol di beberapa lokasi. Kendaraan bahkan menutupi akses keluar-masuk sehingga mengganggu pengguna jalan,” ungkap Syarifuddin Oddang, Rabu (12/8/2026).

Oddang karib disapa menilai, salah satu langkah yang dapat dilakukan Pertamina adalah menambah pasokan Pertalite sekaligus memperpanjang jam operasional SPBU. Dengan begitu, masyarakat memiliki waktu pelayanan yang lebih panjang dan penumpukan kendaraan dapat ditekan.

DPRD, lanjutnya, juga akan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan stok dan pelayanan BBM di lapangan. Evaluasi diperlukan untuk memastikan distribusi BBM mampu mengikuti kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Ini bukan hanya persoalan antrean. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa menghambat aktivitas masyarakat, distribusi logistik, bahkan menimbulkan persoalan sosial. Karena itu harus ada penanganan,” tegasnya.

Syarifuddin yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Balikpapan Utara tersebut juga mengusulkan agar dilakukan kajian terkait pembangunan SPBU yang secara khusus diperuntukkan bagi penyaluran Pertalite.

Menurutnya, keberadaan SPBU khusus Pertalite dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurai antrean, terlebih jumlah kendaraan di Balikpapan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi kota.

“Di samping mengantisipasi bertambahnya kendaraan, kita juga harus melihat pertumbuhan penduduk. Saat ini sebagian besar SPBU yang beroperasi menjual Pertamax, sementara kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite belum terlayani secara merata,” jelasnya.

Ia menilai, penambahan SPBU dengan fokus penyaluran Pertalite perlu menjadi bagian dari evaluasi jangka panjang. Dengan distribusi yang lebih merata, masyarakat tidak perlu terpusat pada SPBU tertentu hanya untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kalau ada SPBU khusus Pertalite, saya kira bisa membantu mengurai antrean sekaligus mengurangi kemacetan di sekitar SPBU. Ini perlu dikaji bersama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya. (W/ADV/SR)