wartapedia.co.id, Tenggarong – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengerahkan tujuh unit pemadam untuk menangani kebakaran permukiman di Tenggarong. Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit, sementara jumlah pasti bangunan yang terdampak masih dalam pendataan.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima petugas pada rentang pukul 02.00 hingga 05.00 Wita. Berdasarkan laporan awal melalui radio, jumlah rumah yang terdampak diperkirakan kurang dari 10 unit.
Namun, angka tersebut belum dapat dipastikan karena petugas masih melakukan pendataan di lapangan. Disdamkarmatan akan berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk memverifikasi jumlah bangunan terdampak sekaligus memastikan kondisi warga.
“Berdasarkan informasi awal yang disampaikan petugas melalui radio, jumlah rumah terdampak diperkirakan kurang dari 10 unit. Namun, petugas juga belum bisa memastikan jumlah pastinya,” ujar Fida saat diwawancarai di Tenggarong, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, tujuh unit pemadam yang berada di Tenggarong langsung dikerahkan ke lokasi. Sementara itu, satu unit tangki berkapasitas 10 ribu liter masih berada di Muara Badak dan satu unit lainnya berada di Sanga-Sanga.
Menurut Fida, kendala utama dalam proses pemadaman adalah akses menuju lokasi yang sempit akibat padatnya permukiman. Kondisi tersebut menyulitkan pergerakan petugas dan kendaraan pemadam ketika menjangkau titik kebakaran.
“Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit. Kendala di lapangan terutama akses yang sempit karena kawasan permukimannya padat,” jelasnya.
Selain akses, ketersediaan air juga menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Fida menyebut, pasokan air yang memadai memungkinkan petugas melakukan pemadaman secara berkelanjutan. Sebaliknya, keterbatasan air dapat menghambat upaya pengendalian api.
Di sisi lain, Disdamkarmatan Kukar juga menelusuri informasi warga mengenai dua anak kecil yang dikabarkan hilang dalam kejadian tersebut. Fida menegaskan, informasi itu masih perlu diverifikasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Ia telah membentuk tim beranggotakan sekitar empat hingga lima orang untuk berkoordinasi dengan kepala seksi penyelamatan dan menelusuri sumber informasi tersebut. Petugas diminta segera melaporkan hasil penelusuran agar informasi yang beredar tidak menimbulkan simpang siur.
“Terkait informasi dari warga mengenai dua anak kecil yang dikabarkan hilang, saat ini masih dipastikan dan belum ada kepastian yang bisa kami sampaikan,” katanya.
Fida menambahkan, kesiapsiagaan personel dan kendaraan pemadam tetap menjadi prioritas. Berdasarkan pemeriksaan yang disampaikan, seluruh unit pemadam dalam kondisi siap digunakan untuk merespons kejadian kebakaran.
Ia mengingatkan bahwa kebakaran permukiman dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, kesiapan personel, kendaraan, peralatan, akses lokasi, dan ketersediaan air menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan kebakaran di wilayah Kukar. (W/ADV/S)




