wartapedia.co.id, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mengungkapkan bahwa kemiskinan dan pengangguran merupakan masalah serius yang terjadi di Kota Samarinda.
Menurut Puji, masalah ini harus menjadi perhatian penting untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan lapangan pekerjaan dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM).
Dia mencatat bahwa tingkat kemiskinan di Samarinda masih tinggi, sekitar 5,6 persen, yang sebagian disebabkan oleh kecukupan antara kebutuhan SDM yang tinggi dan keterbatasan lapangan pekerjaan. Hal ini menciptakan persaingan ketat di pasar kerja.
“Antara kebutuhan dan lapangan pekerjaan harus seimbang. SDM harus memadai, tetapi kebutuhan SDM kita banyak, sementara lapangan pekerjaan terbatas,” jelasnya.
Puji Astuti menganggap pelaksanaan job fair sebagai langkah yang baik untuk mengurangi pengangguran, karena bursa kerja biasanya menghubungkan pencari kerja dengan peluang pekerjaan yang tersedia. Namun, untuk solusi jangka panjang, diperlukan upaya pengembangan ekonomi lokal, pelatihan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja baru.
“Dalam pandangan saya, job fair efektif dalam meminimalkan kemiskinan,” tambahnya.
Oleh karena itu, Ia menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan berbagai pihak lainnya dalam menetapkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja bagi warga Samarinda. Upaya ini diharapkan dapat mengatasi masalah kemiskinan dan kemiskinan secara berkelanjutan. (W/Adv/I)




