wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyoroti legalitas aset berupa lahan milik pemerintah daerah yang hingga kini belum seluruhnya memiliki sertifikat.
Hal tersebut disampaikan Fauzi usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak terkait. Dalam kegiatan tersebut, Fauzi didampingi Sekretaris Komisi II Taufik Qul Rahman serta sejumlah anggota Komisi II lainnya, yakni Subari, Japar Sidik, Mieke Henny, dan Hj Suriani.
Fauzi mengatakan, dari sekitar 720 bidang lahan yang tercatat sebagai aset daerah, baru sekitar 200 bidang yang telah memiliki sertifikat. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani untuk memastikan seluruh aset pemerintah memiliki legalitas yang jelas.
“Bagaimana bisa, aset yang tercatat ada sekitar 720 bidang lahan, baru sekitar 200 bidang yang memiliki sertifikat. Makanya, dalam RDP, kami meminta dengan tegas agar sisa lahan yang belum memiliki legalitas ini segera diurus lebih cepat demi pengamanan aset daerah,” ujar Fauzi Adi Firmansyah, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, proses sertifikasi menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya persoalan hukum maupun sengketa terhadap aset milik Pemerintah Kota Balikpapan di kemudian hari.
Ia mengungkapkan, persoalan legalitas aset dapat membuka celah terjadinya polemik apabila tidak segera diselesaikan. Karena itu, pihaknya mendorong agar proses pengamanan aset dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya terhadap sebagian lahan.
“Bahkan sering kali mencoba membuatkan sertifikat sebagian lahan milik pemerintah,” paparnya.
Fauzi menegaskan, Komisi II ingin memastikan seluruh aset daerah memiliki kepastian hukum sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di masa mendatang. “Celah-celah polemik seperti inilah yang ingin kami hindari,” ucapnya.
Di sisi lain, ia menyebut salah satu lahan yang menjadi perhatian memiliki nilai strategis karena telah ditinjau langsung oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk rencana pembangunan SPBU baru. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurai antrean kendaraan yang selama ini terjadi di sejumlah SPBU di Balikpapan.
“Lahan tersebut tergolong sangat strategis karena telah ditinjau secara langsung oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk proyek pembangunan SPBU baru, yang diproyeksikan mampu mengurai antrean panjang kendaraan di Kota Balikpapan,” ungkapnya. (W/ADV/SR)




