wartapedia.co.id, Loa Kulu – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mematangkan persiapan program makanan bergizi gratis bagi lanjut usia (lansia) dan balita. Pelaksanaan program tersebut masih menunggu penyelesaian kajian harga menu serta finalisasi data penerima manfaat.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan menu makanan bergizi untuk lansia dan balita telah disiapkan oleh Dinas Kesehatan Kukar. Saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk menentukan standar biaya penyediaan makanan sesuai menu yang telah ditetapkan.
“Menu sudah ada, menu untuk balita sudah ada, menu untuk lansia juga sudah ada. Kami sedang mengoordinasikan untuk dikaji berapa besaran harga untuk membuat makanan dengan menu yang dibuat oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya saat diwawancarai di Loa Kulu, Selasa (13/10/2026).
Arianto menjelaskan, kajian harga diperlukan agar pelaksanaan program memiliki standar yang seragam, termasuk dalam hal pertanggungjawaban anggaran. Kajian tersebut akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar.
Menurutnya, mekanisme pemberian makanan bagi kedua kelompok sasaran akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Untuk balita, makanan direncanakan diberikan melalui kegiatan Posyandu. Sementara itu, pemberian makanan bagi lansia direncanakan dua kali sehari.
Selain penyusunan standar biaya, DPMD Kukar berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memfinalisasi data penerima manfaat. Pendataan tersebut akan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), termasuk kelompok masyarakat pada desil terbawah yang memenuhi kriteria program.
Arianto berharap seluruh tahapan persiapan, mulai dari kajian harga hingga penetapan sasaran, dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026 sehingga program bisa segera dilaksanakan. Jika belum memungkinkan direalisasikan tahun ini, pelaksanaannya akan direncanakan pada tahun berikutnya.
“Kami juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait seperti apa penentuan sasarannya. Ini sedang difinalkan. Mudah-mudahan akhir bulan ini selesai semua dan kita bisa laksanakan juga. Kalau tidak bisa tahun ini, tahun depan kita laksanakan,” katanya.
Ia menegaskan, program makanan bergizi gratis melalui program RT tersebut perlu diselaraskan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Hal ini menyusul perluasan sasaran MBG yang kini juga menjangkau balita melalui Posyandu.
Karena itu, pendataan penerima akan dilakukan agar masyarakat yang telah memperoleh bantuan makanan melalui program pusat tidak kembali menerima manfaat yang sama dari program daerah.
“Yang sudah dapat program MBG dari pemerintah pusat itu tentu tidak boleh terlapis dengan program makanan bergizi gratis lewat program RT,” tegasnya.
Melalui persiapan tersebut, Pemkab Kukar berharap program makanan bergizi gratis dapat menyasar kelompok yang membutuhkan secara tepat, dengan standar menu, biaya, dan mekanisme penyaluran yang jelas. (W/ADV/S)




