AdvertorialDPRD Balikpapan

Hj Iim Soroti Penanganan Stunting di Balikpapan, Minta Kolaborasi Lintas Sektor

wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Hj. Iim, menyoroti penanganan stunting yang dinilai perlu dievaluasi, terutama jika angka kasus belum menunjukkan penurunan. Ia mempertanyakan standar pengukuran yang digunakan sekaligus menekankan pentingnya keterlibatan berbagai sektor untuk menangani persoalan tersebut.

Iim mengatakan, kejelasan standar pengukuran diperlukan agar data stunting yang digunakan sebagai dasar evaluasi benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, metode pengukuran perlu dipastikan agar perkembangan penanganan stunting dapat dinilai secara tepat.

“Karena angkanya tidak turun-turun, saya malah berpikir, standar pengukuran stunting itu menggunakan rumus yang mana? Apakah standar kesehatan Indonesia atau standar dari WHO?” kata Hj. Iim, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan. Persoalan ini berkaitan dengan berbagai faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak, sehingga membutuhkan keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah dan pihak terkait.

“Yang pasti, stunting kalau hanya ditangani Dinas Kesehatan saja tidak akan cukup. Harus melibatkan semua pihak terkait, termasuk sektor permukiman dan penyediaan air bersih,” ujarnya.

Iim menilai, kondisi lingkungan tempat tinggal turut menjadi perhatian dalam upaya pencegahan stunting. Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kesehatan keluarga serta kondisi lingkungan anak.

Ia menegaskan, upaya penanganan stunting harus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor agar berbagai faktor penyebabnya dapat ditangani secara menyeluruh. Dengan begitu, program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat.

“Bagaimana bisa hanya Dinas Kesehatan saja? Semua harus terlibat, mulai dari penyediaan air bersih, sanitasi, dan sektor lainnya,” katanya.

Iim berharap pemerintah kota dapat memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menjalankan program penurunan stunting. Evaluasi data dan pelaksanaan program juga diperlukan agar langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan hasil yang terukur.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara sektor kesehatan, permukiman, sanitasi, dan penyediaan air bersih menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Penanganan yang menyeluruh diharapkan dapat membantu menekan angka stunting di Balikpapan secara berkelanjutan. (W/ADV/SR)