AdvertorialDPRD KALTIM

Atasi Banjir Di Samarinda Perlu Kolaborasi Aktif Antara Pemkot dan Pemprov Kaltim

wartapedia.co.id, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, M Darlis Pattalongi mengatakan bahwa penyelesaian banjir di Samarinda perlu kolaborasi aktif antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Karena, ia menilai penanganan bencana oleh pemerintah, baik di tingkat kota maupun provinsi, menurutnya masih bersifat reaktif dan minim perencanaan jangka panjang. Sehingga ia mendorong Pemprov Kaltim untuk segera merumuskan strategi penanggulangan banjir yang menyeluruh, tidak hanya di Samarinda, tetapi juga pada wilayah hulu yang menjadi sumber aliran air.

Strategi tersebut, lanjutnya, harus mencakup evaluasi terhadap perizinan aktivitas tambang, penguatan sistem drainase perkotaan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk penahan atau kolam retensi, serta penanaman kembali kawasan-kawasan yang rusak akibat eksploitasi sumber daya alam.

“Kita butuh langkah luar biasa untuk menghadapi kondisi luar biasa ini. Samarinda adalah ibu kota provinsi, jantung aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Tidak seharusnya setiap kali hujan deras turun, kota ini langsung lumpuh dan masyarakat menderita. Sudah saatnya kita melihat bencana ini sebagai tanda bahwa ada sesuatu yang keliru dalam perencanaan pembangunan kita,” paparnya.

Ia juga menegaskan komitmen DPRD Provinsi Kaltim, khususnya dari Komisi yang membidangi urusan lingkungan dan infrastruktur, untuk terus mengawal kebijakan penanggulangan banjir.

Pihaknya akan mendorong pembahasan lebih lanjut bersama Pemerintah Provinsi, dinas teknis terkait, serta melibatkan akademisi dan komunitas lingkungan untuk mencari solusi berbasis data dan keadilan ekologis.

Dengan semakin seringnya bencana banjir melanda Samarinda dan kawasan sekitarnya, Darlis berharap ada perubahan paradigma dalam tata kelola lingkungan di Kaltim.

Ia menutup pernyataannya dengan menyerukan kolaborasi lintas sektor dan keberanian dalam mengevaluasi sektor-sektor industri ekstraktif yang selama ini dianggap memberi kontribusi ekonomi, namun berdampak besar pada kerusakan ekosistem dan keselamatan warga. (W/ADV/SR).