AdvertorialDPRD Kukar

Idham Tekankan Pentingnya Kolaborasi Tangani Karhutla di Pelosok Kukar

wartapedia.co.id, Kutai Kartanegara – Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Muhammad Idham menegaskan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan pelosok Kukar.

Kata dia, karhutla masih menjadi ancaman serius di Kukar, terutama di daerah dengan jarak tempuh jauh yang membuat penanganan di lapangan terkendala waktu dan sumber daya.

“Kalau di Sebulu atau Tenggarong Seberang masih relatif dekat, sehingga kalau ada kejadian bisa cepat ditangani. Tapi kalau di wilayah pelosok, jarak tempuh sangat jauh, bahkan dari pagi sampai sore baru sampai. Itu jadi tantangan besar,” ujarnya.

Ia menilai, perlu ada sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat agar karhutla dapat dicegah maupun ditangani dengan lebih cepat.

Masyarakat, kata Idham, juga harus diberdayakan melalui edukasi bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

“Kalau masyarakat sudah paham, mereka tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Justru bisa diarahkan untuk mengoptimalkan lahan tidur menjadi produktif, misalnya untuk pertanian atau perkebunan,” jelasnya.

Selain itu, Politikus PKS ini menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat juga perlu diperhatikan. Pemanfaatan lahan produktif akan memberi dampak ganda, yakni mencegah karhutla sekaligus meningkatkan pendapatan warga.

Idham menyebut, DPRD Kukar memiliki perhatian serius terhadap kondisi pelosok, baik terkait pendidikan, pertanian, maupun lingkungan. Aspirasi masyarakat yang ia terima saat kunjungan ke desa-desa juga memperkuat komitmen tersebut.

“Kami sudah beberapa kali turun ke lapangan, melihat langsung kondisi di desa. Banyak aspirasi yang masuk, salah satunya terkait sarana prasarana dan juga pencegahan karhutla. Ini semua kami sampaikan ke pemerintah agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dia berharap, perhatian pemerintah terhadap wilayah pelosok semakin besar ke depan, sehingga tidak ada lagi kesenjangan layanan, baik dalam bidang infrastruktur, pendidikan, maupun penanggulangan bencana.

“Kita ingin semua wilayah, termasuk yang jauh sekalipun, mendapat perhatian. Jangan sampai terabaikan hanya karena akses yang sulit,” tandasnya. (W/ADV/JS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *