wartapedia.co.id, BALIKPAPAN – Keluhan warga terkait kondisi jalan rusak di RT 39, Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan, mendapat perhatian Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, H Laisa Hamisah.
Laisa mengatakan, dirinya menerima aspirasi warga yang meminta Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memberikan perhatian terhadap kondisi jalan di kawasan tersebut.
“Warga RT 39 Sungai Nangka menyampaikan keluhan terkait jalan yang sudah lama rusak. Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah, khususnya DPU Balikpapan,” kata Laisa.
Menurut Laisa, ruas jalan yang dikeluhkan warga memiliki panjang sekitar 300 meter. Kondisinya dinilai cukup memprihatinkan dan sudah berlangsung dalam waktu lama.
“Kurang lebih 300 meter. Warga berharap jalan tersebut bisa diperbaiki, kalau memungkinkan dilakukan pengaspalan,” ujarnya, Senin (24/8/2026).
Laisa menyebut, persoalan jalan tersebut sebenarnya sudah pernah diusulkan warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, hingga kini belum ada realisasi penanganan.
“Informasinya sudah pernah diusulkan melalui Musrenbang, tetapi belum terealisasi. Karena itu, keluhan ini kita teruskan ke DPU agar bisa menjadi perhatian,” jelasnya.
Ia menilai perbaikan jalan tersebut penting dilakukan karena kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Warga menyampaikan bahwa sudah ada yang jatuh karena kondisi jalan. Jadi ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas Laisa.
Laisa mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada DPU Balikpapan dan meminta agar kondisi jalan di RT 39 dapat diperhatikan dalam perencanaan maupun program penanganan infrastruktur.
“Kita sudah sampaikan ke DPU. Kita berharap ada perhatian, karena masyarakat sudah cukup lama menunggu perbaikan jalan tersebut,” katanya.
Selain jalan, Laisa juga menerima keluhan warga mengenai kebutuhan air bersih. Ia mengatakan, sebagian warga di kawasan tersebut masih mengandalkan air hujan dan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Persoalan air bersih juga menjadi keluhan warga. Mereka selama ini masih mengandalkan air hujan dan air sumur,” ungkapnya.
Laisa menyebut sebelumnya terdapat rencana penyediaan dua tandon air bagi masyarakat di wilayah tersebut. Namun, dirinya akan memastikan kembali terkait realisasi fasilitas tersebut.
“Kita juga akan cek lagi mengenai tandon air yang sebelumnya diinformasikan akan diberikan kepada warga. Apakah sudah terealisasi atau belum, itu akan kita pastikan,” tuturnya.
Politisi tersebut menegaskan, dirinya akan terus menyampaikan dan mengawal keluhan warga kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sehingga aspirasi masyarakat tidak berhenti hanya sebagai laporan.
“Yang penting aspirasi masyarakat kita sampaikan kepada pemerintah. Kita akan terus kawal agar keluhan seperti jalan rusak dan kebutuhan air bersih ini bisa mendapatkan tindak lanjut,” pungkas Laisa. (W/ADV/SR)




