wartapedia.co.id, SAMARINDA – Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) belum menetapkan nama yang akan disiapkan untuk menghadapi Pilkada mendatang.
Penentuan figur masih akan melalui pembahasan internal partai dengan melihat hasil survei dan tingkat penerimaan masyarakat.
Sekretaris DPD Gerindra Kaltim, Agus Suwandy, mengatakan partainya belum terburu-buru menentukan kandidat. Menurut dia, masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum nama tertentu mendapat keputusan dari DPP Gerindra.
Agus menyebut salah satu pertimbangan utama adalah kemampuan figur dalam memperoleh dukungan masyarakat sekaligus menjalin komunikasi politik dengan partai lain.
“Masih kita lihat prosesnya. Figur yang muncul tentu harus punya elektabilitas dan bisa membangun komunikasi dengan partai-partai lain,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, Gerindra tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun pemerintahan daerah. Karena itu, komunikasi lintas partai menjadi salah satu aspek yang turut diperhitungkan dalam menentukan figur yang akan diusung.
Selain itu, hasil survei juga akan menjadi bahan pertimbangan. Agus mengatakan DPP akan melihat sejauh mana nama-nama yang muncul mendapat respons positif dari masyarakat serta memiliki kapasitas untuk membawa kepentingan daerah.
“Survei menjadi salah satu bahan yang dilihat. Kita ingin mengetahui figur mana yang tingkat penerimaannya tinggi di masyarakat dan punya kemampuan untuk membawa kepentingan Kalimantan Timur,” katanya.
Sementara untuk Pilkada Samarinda, nama Agus Suwandy sendiri disebut masuk dalam pembicaraan sebagai salah satu calon wali kota. Namun, Agus memilih tidak terlalu memikirkan posisi tersebut karena proses menuju Pilkada masih panjang.
Ia menyerahkan keputusan mengenai pencalonannya kepada mekanisme partai.
“Saya jalani saja prosesnya. Sudah lama saya berada di dunia politik, jadi untuk persoalan ini saya mengalir saja,” ucapnya.
Agus menegaskan keputusan akhir mengenai siapa yang akan diusung tetap menjadi kewenangan DPP Gerindra. Masukan dari jajaran partai di daerah dan aspirasi masyarakat nantinya akan menjadi bagian dari pertimbangan.
Ia juga mengatakan peluang munculnya lebih dari satu nama dalam proses penjaringan tetap terbuka. Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan figur yang dipilih memiliki kesamaan visi dengan partai politik lain untuk membangun daerah.
“Yang jelas, membangun daerah membutuhkan kerja sama. Jadi harus ada kesesuaian visi dan misi dengan partai lain agar kolaborasi itu bisa berjalan,” tukas Agus. (*)




