wartapedia.co.id, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menyebutkan bahwa Indonesia dapat meningkatkan ketahanan farmasi Nasional, dengan melakukan penyediaan obat-obatan dalam mendukung transformasi kesehatan.
“Kami berharap ada kerjasama antara Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan industri farmasi lokal agar obat-obat penting bisa diproduksi di Indonesia, termasuk bahan bakunya,” kata Saleh, Rabu (15/11/2023).
Menurutnya, dengan memproduksi obat-obatan dalam Negeri, maka mampu untuk menekan tingginya biaya operasional. Selain itu, pemanfaatan obat tradisional seperti jamu dengan khasiat juga terbukti secara ilmiah.
“Selama ini jamu kurang ditingkatkan pengolahan dan produknya. Padahal, jamu bisa membantu masyarakat kita, terutama petani yang berusaha pada bidang apotek kultural atau herbal,” ungkapnya.
Ia pun menilai bahwa kebijakan ketahanan farmasi Nasional bukan hanya menguntungkan masyarakat luas dari sisi kesehatan, melainkan juga dampak positif perekonomian petani yang menyediakan bahan baku obat.
Lebih lanjut, Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 tahun 2023, memberikan kemudahan bagi Dokter umum untuk mengakses pendidikan spesialis. “Undang-undang kesehatan itu memberikan keringanan terhadap dokter umum untuk mengakses spesialis,” beber Politisi Golkar tersebut.
Saleh berharap agar kemudahan para dokter untuk mengakses pendidikan spesialis berdampak pada keberadaan tenaga-tenaga kesehatan yang kompeten secara merata di berbagai daerah. (W/Adv/I)




