Pendidikan

BGP Kaltim Gelar Kabaya Sinta sebagai Aksi Nyata Pemanfaatan Digitalisasi

wartapedia.co.id, Samarinda – Balai Guru Penggerak (BGP) Kalimantan Timur (Katim) menyelenggarakan Launching Kabaya Sinta bertajuk “Kayuh Bebaya Tuntaskan Aksi Nyata”, Rabu (27/09/2023).

Agenda tersebut dilaksanakan di Hotel Bumi Senyiur, bersamaan dengan dua agenda lainnya yaitu rapat koordinasi teknis (Rakortek) Kabaya Sinta dan bimbingan teknis (Bimtek) pemanfaatan platform merdeka mengajar (PMM) bagi penilik dan Kepala SKB di Provinsi Kaltim.

Launching Kabaya Sinta dilakukan langsung oleh Kepala Balai Guru Penggerak Kalimantan Timur yang disaksikan oleh para undangan yang terdiri atas Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I s.d VI, Kantor Bahasa, BPMP, BPK Wilayah 14, Tanoto Foundation, PT Penerbit Erlangga serta seluruh peserta Rakortek dan Bimtek yang hadir pada malam itu.

Kebaya Sinta merupakan program inovasi  BGP untuk lebih mendorong para guru agar dapat menyelesaikan belajar mandirinya pada Platform Merdeka Mengajar, dimana aksi nyata menjadi salah satu indikator bahwa guru telah menyelesaikan proses belajarnya.

Kepala Balai Guru Penggerak Kaltim Wiwik Setiawati menjelaskan, bahwa Kabaya Sinta diluncurkan sesuai dengan tupoksi BGP yaitu mengembangkan dan memberdayakan guru, pendidik lainnya serta tenaga kependidikan.

Dan juga berdasarkan Perdirjen GTK Nomor 2626 tahun 2023 tentang Model Kompetensi Guru serta Perdirjen GTK Nomor 4141 tahum 2023 tentang Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan.

“Kami mengembangkan indikator kompetensi pedagogik yang berhubungan dengan penguasaan TIK pada guru SD, berdasarkan indikator tersebut kami kembangkan modul-modul terkait dengan melibatkan tim penyusun modul yang berasal dari guru penggerak, fasda tanoto dan kapten belajar. id.” ujar Wiwik.

Harapannya kami dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan TIK sehingga dapat memudahkan guru dalam menyelesaikan aksi nyata melalui program Kebaya Sinta.

BGP juga telah menyiapkan narasumber yang telah di ToT sebelumnya dimana setiap kabupaten/kota terdiri dari 3 narasumber yang berasal dari guru penggerak, fasda tanoto/kepsek/guru dan co capten.

“Selama pengembangan program Kabaya Sinta ini berjalan,  secara teknis tidak ada kendala dari BGP, jika ada alhamdulillah bisa teratasi dengan baik,” tutupnya. (Ihsan/wartapedia.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *