wartapedia.co.id, Kutai Kartanegara – Ketahanan pangan daerah menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk jajaran legislatif.
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Dapil III, Rahmat Dermawan, memberikan apresiasi terhadap peran aktif aparat kepolisian dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan di Kukar.
Menurutnya, dukungan pihak kepolisian bukan sekadar langkah simbolik, melainkan bentuk sinergi nyata yang perlu terus dikembangkan antar lembaga.
“Kami di DPRD memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan kepolisian untuk ikut serta dalam program swasembada dan ketahanan pangan. Ini adalah langkah nyata dan sangat strategis,” ujarnya.
Rahmat menegaskan bahwa persoalan pangan tidak bisa ditangani secara sektoral semata. Oleh karena itu, kerja lintas instansi, mulai dari aparat penegak hukum, OPD teknis, hingga masyarakat, harus terus dikembangkan.
“Pemerintah dalam hal ini sangat membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, tanpa terkecuali. Semangat kebersamaan ini harus ditularkan ke seluruh program strategis Kukar,” tambahnya.
DPRD Kukar, sebut Rahmat, juga mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan-lahan tidur dan bekas tambang agar dapat dijadikan kawasan pertanian produktif.
Hal ini, diyakini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan produksi pangan daerah.
“Kalau lahan-lahan bekas tambang bisa dimanfaatkan, ini akan sangat mendukung produksi pangan kita. Apalagi jika ditargetkan hingga 8.000 tanaman di berbagai lokasi, saya yakin sangat mungkin dicapai jika semua sektor terlibat,” jelasnya.
Di sisi lain, Rahmat juga menyoroti persoalan minimnya regenerasi petani di Kukar. Ia menilai penurunan minat generasi muda menjadi petani merupakan tantangan besar yang harus segera diatasi melalui pendekatan inovatif.
“Petani kita sekarang kebanyakan sudah tua. Kalau anak muda tidak diberi motivasi dan sarana yang memadai, produktivitas pertanian kita akan terus menurun,” katanya.
Rahmat mendorong agar modernisasi pertanian menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah daerah.
Pertanian modern, katanya, tidak hanya soal peralatan, tetapi juga ekosistem usaha tani yang menjanjikan bagi generasi muda.
“Kalau sektor pertanian bisa dibuat menarik dan terbukti menghasilkan, anak-anak muda pasti mau terlibat. Tinggal bagaimana kita membuka ruang dan memperkenalkan pertanian sebagai profesi keren dan berpenghasilan,” pungkasnya. (W/ADV/JS)




